Wednesday, April 4, 2012

PERAN STRATEGI SDM DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL


Abstrak
Era globalisasi dan perdagangan bebas membuat persaingan bisnis semakin ketat. Pada dasarnya strategi SDM berkaitan dengan tiga aktivitas SDM: pengadaan, pemeliharaan serta pelatihan dan pengembangan. Strategi dan perencanaan SDM perlu didukung oleh nilai-nilai kreativitas, layanan, continuous learning dan inovatif. Konsep learning organization setidaknya diterapkan dan dikembangkan untuk mengantisipasi tantangan lingkungan internal maupun eksternal.

1.    Latar Belakang
            Pada abad 21 merupakan era globalisasi, kesiapan pemerintah dalam menghadapinya perlu didukung oleh para pelaku bisnis dan akademis.Strategi SDM perlu dipersiapkan secara seksama khususnya oleh perusahaan – perusahaan agar mampu mennghasilkan keluaran yang mampu bersaing ditingkat dunia.
Dengan adanya perdagangan bebas, maka banyak bisnis baru yang akan bermunculan baik investasi dalam negeri atau investasi modal asing. Seperti sekarang ini banyak barang-barang produksi luar negeri yang membanjiri pasar Indonesia dengan harga yang relatif lebih murah dibangdingkan dengan barang-barang produksi dalam negeri. Hal ini menyebabkan mau tidak mau produsen dalam negeri harus dituntut untuk bersaing secara global supaya bisa bertahan dan berkembang. Di buku Corporate Culture & Performance, P.J. Koter &J.L. Haskett mengatakan bahwa globalisasi pasar dan kompetisi menciptakan suatu perubahan yang sangat besar. Jadi para pelaku bisnis harus menerapkan strategi yang tepat supaya bisa meraih keberhasilan yakni dengan melakukan pemanfaatan peluang-peluang bisnis yang ada pada lingkungan bisnis yang bergerak cepat dan semakin bersaing.

2.    Globalisasi dan SDM
Implikasi globalisasi pada manajemen sumber daya manusia tampaknya masih kurang diperhatikan secara proposional karena tolok ukur keefektifannya kurang memiliki keterkaitan langsung dengan strategi bisnis. Fakta menunjukan peranan manusia dalam menunjang pengimplentasian suatu strategi perusahaan maupun fungsional sangat penting dan menentukan. Pada abad 21 ini, pelaku bisnis harus mampu mengintregrasikan semua dimensi lingkungan hidup karena masyarakat akan menuntut tanggung jawab perusahaan akan faktor lingkungan tersebut. Di buku The Web of Life, Capra  mengemukakan bahwa pergeseran paradigma mekanistik ke paradigma holistik akan terus berjalan dengan sendirinya,
Dunia bisnis akan semakin berorientasi global terlebih lagi jika implementasi perdagangan bebas menjadi kenyataan. Kompetisi akan menjadi semakin kett dan tuntutan dunia akan meningkat. Seperti dibuku Competing for the Future, G. Hamel dan C.K. Prahaland mengatakan bahwa kompetisi pada masa depan tidak hanya dapat dilakukan dengan redefinisi strategi namun perlu juga redefinisi peranan manajemen dalam menciptakan strategi. Oleh sebab itu, peranan para pelaku bisnis dalam mengidentifikasi bisnis masa depan, menganalisis, merencanakan, menentukan/merumuskan serta mengimplementasi strategi yang tepat sangat  esensial dan menentukan misalnya melalui tranformasi strategi. Begitu juga dibuku Successful Change Strategies , B.Taylor mengemukakan beberapa tindakan yang harus dilkukan dalam melakukan transformasi organisasi agar berhasil dan siap menghadapi masalah-masalah dimasa depan yaitu ; a) Stretch goals yang mengisyaratkan bahwa sasaran harus spesifik dan dapat diukur, b) Visi masa depan, c) Struktur yang ramping, d) Budaya baru yang mengacu pada profesionalisme, keterbukaan, dan kerjasama kelompok, e) Berorientasi pada mutu atau layanan berkelas dunia, f) Manajemen presentasi; mensyaratkan setiap individu memberikan produk berkualitas dan layanan yang memuaskan, g) Inovasi menyeluruh, h) Kemitraan dan jaringan kerja.

3.    Strategi Sumber Daya Manusia
Randall Schuler (1994), mendefinisikan strategi sumber daya manusia sebagai berikut:
………. getting the strategy of the bussiness implemented effectively ………. getting everybody from the top of the human organization to the bottom doing things that make the business successful.
        Disimpulkan bahwa strategi sumber daya manusia berkaitan dengan misi, visi, strategi perusahaan, SBU (Strategy Business Unit) dan juga strategi fungsional. Penentuan strategi sumber daya manusia perlu memperhatikan dan mempertimbangkan misi, visi, serta strategi korporat, serta perlu dirumuskan secara logis, jelas dan aplikabel. Strategi sumber daya manusia mendukung pengimplementasian strategi korporat dan perlu diterjemahkan dalam aktivitas-aktivitas SDM, kebijakan-kebijakan, program-program yang sejalan dengan strategi perusahaan. Ketidaksesuaian antara strategi SDM dan strategi perusahaan akan mempengaruhi pencapaian sasaran perusahaan. Sebaliknya kesesuian antara strategi perusahaan dan strategi SDM perlu diupayakan untuk mendorong kreativitas dan inovasi karyawan dalam mencapai sasaran perusahan.
        Desain ulang SDM kadang perlu dilakukan dengan seksama dan bijak agar sasaran perushaan bisa tercapai. Desain SDM berkaitan dengan pekerjaan yang mengacu pada JCM (Job Characteristic Model). J.R. Hackman & G.R. Oldham dibuku Motivation Through the Design of Work: Test of a Theory, Organizational Behavior, and Human Performance halaman 250-79 mengemukakan bahwa JCM terdiri dari task identity, task significance, task variety, authority, dan feedback yang berdampak pada struktur organisasi. Atau bisa dikatakan desain ulang pekerjaan dapat dilakukan dengan mengacu pada kelima karakteristik tersebut. Organisasi yang ramping (lean) tentu bukan segalanya kalau factor – factor lain seperti aktivitas SDM, dan nilai – nilai organisasi tidak diarahkan mendukung struktur tersebut. Dalam mendesain  pekerjaan perlu juga dipertimbangkan kompetensi, motivasi, dan nilai – nilai karyawan.

4.    Perkembangan Konseptual dalam Memilih Strategi SDM
Organisasi yang belajar (Learning Organization) merupakan salah satu pendekatan yang digunakan dalam mengembangkan sumber daya manusia untuk mengembangkan masa depan. Learning Organization membahas lima komponen dasar sebagai beriku :
a.    Personal mastery
b.    Mental model
c.    Shared vision
d.    Team learning
e.    System thinking
Tindakan downsizing akhir-akhir ini menjadi sangat populer dan bahkan sering dilakukan tanpa pertimbangan yang matang sehingga berakibat fatal karena banyak karyawan yang tetap di perusahaan menjadi kurang bermotivasi.
Dalam buku Competing for the Future, G. Hamel dan C.K. Prahaland mengkritik downsizing yang tidak berorientasi pada kesehatan perusahaan. Sebagai bahan pertimbangan untuk menerapkan strategi SDM yang tepat perlu menganalisis strategi perusahaan dan SDM secara holistik. Berdasarkan dengan keterkaitan strategi bisnis dan strategi SDM secara sistematik, J. Sonnenfeld dan M.A. Peiperl dibuku Typology of Career System,Academy of Management Review bab 13 no 4 halaman 588-600 mengembangkan suatu model tipologi perusahaan dan implikasinya pada strategi sumber daya manusia sebagai berikut:

a.    Fortress
Perusahaan menekan pada kelangsungan hidup.
b.    Academy
Perusahaan menekan pada spesialisasi jabatan.
c.    Club
Perusahaan menekan pada loyalitas
, komitmen, senioritas dan pengalaman.
d.    Baseball-Team
Perusahaan menekan pada inovasi.

Pendekatan tipologi ini mengarahkan pola berpikir secara sistematik dan pragmatis, tetapi memasukkan suatu perusahan pada salah satu kategori tidak selalu mudah.

5.    Aktivitas SDM dalam Menghadapi Bisnis “Global”
Dengan mengacu pada karakteristik bisnis masa depan (globalisasi), serta memperhatikan masalah-masalah SDM yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia, maka perlu dirumuskan dan diimplementasi strategi SDM yang tepat dengan mempertimbangkan aktivitas-aktivitas manajemen antara lain sebagai berikut:
a.    Prediksi SDM dilakukan secara kualitatif dan kuantitaif,
b.    Rekrumen dan seleksi harus berdasar pada faktor kemampuan, kepribadian positif, motivasi tinggi, nilai-nilai yang menunjang misi,dll,
c.    Orientasi (induction) berdasarkan pada budaya perusahaan,
d.    Pelatihan dan pengembanagn mengacu pada kompeten, motivasi, dan nilai-nilai’
e.    Pemeliharaan dilakukan dengan memperhatikan hak dak=n kewajiban karyawan,
f.       Penilaian karyawan harus dilakukan secara tepat,
g. Penanaman nilai yang menekankan pada learning organization dan budaya organisasi,
h.   Memperhatikan faktor-faktor eksternal,
i.    Jalur karier karyawan perlu direncakan dan dikomunikasikan dengan baik,
j.    Struktur organisasi setidaknya harus cenderung fleksibel dan mendorong komunikasi lateral dan enpowerment.

6.    Kesimpulan
Sejak adanya perdagangan bebas di era globalisasi ini, maka pelaku bisnis dituntut untuk menghadapi dan mempersiapkan strategi bisnis, khususnya SDM supaya bisa bersaing ditingkat global. Mutu SDM harus berorientai kedepan, oleh karena itu  continous learning, fokus pada tim, enpowerment, kreatif harus diaplikasikan pada paradigma Learning Organizing. Meski terlihat cukup berat, tapi mutu  SDM harus ditingkatkan agar tidak tertinggal jauh dalam percaturan bisnis dunia.





KOMENTAR
Para pelaku bisnis dituntut untuk bisa menyesuaikan dengan era globalisasi. Untuk itu kita harus lebih kritis dalam mengambil keputusan dan pemilihan strategi yang sesuai dan tidak merugikan perusahaan itu sendiri. Selain itu pemilihan SDM yang tepat juga sangat mendukung kinerja perusahaan agar tepat saran.


7.    Alamat Blog
www.bisikanbusukmu.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

Post a Comment